Teori Prestasi Kerja dan Motivasi Pencapaian Target Kerja

by Arul Tunggara on 07:47 PM, 20-Apr-13

Category: NEWS , PUISI & MOTIVASI

Ilustrasi teori prestasi kerja Setiap kegiatan diarahkan untuk mencapai satu titik tujuan. Tujuan inilah yang selanjutnya menjadi motivasi banyak orang dalam melaksanakan kegiatan. Teori prestasi kerja merupakan dasar langkah untuk mencapai tujuan kegiatan. Tentu saja tujuan yang berkaitan dengan prestasi serta karir ke depannya. Oleh karena itu, dengan teori prestasi kerja yang ada, Anda dapat mencoba untuk menyusun program kerja sebaik mungkin. Program kerja yang mengarah pada tujuan kegiatan menjadi lebih baik. Pada saat Anda berkerja, prestasi merupakan salah satu tujuan yang hendak dicapai. Prestasi ini dapat dijadikan sebagai brandingself. Maksudnya yaitu semua orang akan dapat memposisikan Anda sesuai kemampuan yang dimiliki. Melalui prestasi yang Anda miliki, setidaknya orang akan beranggapan lain atas diri kita. Anggapan tersebut adalah anggapan positif atas kemampuan tersebut. Prestasi dalam kerja akan maksimal jika memahami kerja secara tepat. Jangan menjadikan kerja hanya sebatas memperoleh uang untuk kehidupan, tapi lebih kepada seberapa besar potensi yang dimiliki dikembangkan dalam pekerjaan tersebut. Karena itulah, pada ulasan ini akan disampaikan mengenai hubungan antara prestasi dan karir sekaligus apa pentingnya motivasi dalam mencapai prestasi kerja. Teori prestasi kerja: Hubungan Prestasi dan Karir Sebagai seorang pekerja, salah satu hal yang ingin Anda capai dalam kehidupan atau kegiatan kerja adalah mencapai hasil maksimal yang mampu membawa Anda pada puncak kemampuan. Melalui orientasi seperti ini, setidaknya ada sesuatu yang mendorong Anda untuk segera mencapainya. Itulah mengapa dikatakan perlu adanya dorongan dalam bekerja. Anda selalu berusaha untuk dapat mencapai hasil terbaik dari pekerjaan Anda. Inilah yang disebut sebagai prestasi kerja. Dengan prestasi yang Anda peroleh pada saat bekerja atau melakukan kegiatan, maka pada saat itulah ada sesuatu yang mengangkat diri sedemikian tingginya. Kebanggaan hati pun akan tampak pada diri. Namun hal itu tidak dapat dijadikan batas akhir dari prestasi kerja. Hendaknya menjadikan prestasi kerja saat ini untuk meraih prestasi kerja lainnya. Tetapi, sebenarnya tujuan dasar dari pencapaian prestasi pada saat bekerja bukanlah untuk mendapat pujian dari orang lain. Anda tidak membutuhan pujian yang berlebihan, sebab yang Anda butuhkan adalah reward dari apa yang sudah dilakukan secara maksimal. Reward inilah yang memacu dan memicu untuk melakukan kegiatan kerja. Reward tersebut adalah karir yang bagus. Karir yang dapat dijadikan sarana untuk investasi masa depan. Jika karir berjalan sesuai target, maka masa depan tidak perlu dikhawatirkan. Namun sebaliknya, jika karir berjalan tidak sesuai target, maka masa depan dimungkinkan menemui hambatan. Tentu saja hambatan tersebut harus dihadapi dengan keuletan dalam meraih prestasi kerja yang baik. Dalam hubungan ini, hukum alam berlaku bahwa siapa yang menanam, maka dialah yang akan menuai hasilnya. Siapa yang bekerja dengan baik dan mencapai prestasi bagus, maka sudah sewajarnya mendapatkan reward atas prestasi tersebut. Prestasi yang dimaksudkan tidak lain adalah tingkatan karir yang bagus pula. Dengan prestasi tinggi, maka peningkatan karir dalam kerja semakin cepat. Begitulah seharusnya. Jangan mengembangkan pandangan negatif mengenai karir orang lain yang terus menanjak. Hal itu tentu saja harus diingat mengenai prestasi kerjanya. Jika memang orang lain mampu meraih karir yang bagus, maka hal itu dapat dijadikan dorongan positif atau motivasi dalam diri ketika bekerja. Berikut ini ulasannya mengapa motivasi penting dalam mencapai prestasi kerja. Teori prestasi kerja: Pentingnya Motivasi Mencapai Prestasi Kerja Untuk mencapai sesuatu, maka Anda membutuhkan pemicu dan pemacu yang mampu membangkitkan semangat. Dengan adanya pemicu dan pemacu tersebut, maka ketercapaian tujuan lebih cepat. Itulah yang Anda sebut sebagai motivasi. Setiap orang pasti mempunyai pemicu dan pemacu pada dirinya maupun dari orang lain yang berada disekitar dirinya. Sementara itu, motivasi yang mampu mendorong Anda bekerja secara maksimal dapat dibedakan atas dua macam. Kedua macam motivasi ini mempunyai peranan masing-masing terkait dengan kualitas pencapaiannya. Motivasi tersebut tentu saja berkaitan dengan teori prestasi kerja yang ulasannya sebagai berikut: • Motivasi Dalam Diri (Innert Motivation) Motivasi ini berasal dari dalam diri seseorang. Ini merupakan dorongan kesadaran atas kondisi yang seharusnya dilakukan untuk mencapai kondisi tertentu. Dengan motivasi ini, maka kemauan dan kemampuan diri berpadu sehingga berubah menjadi sebuah kekuatan yang maha dahsyat untuk mencapai tujuan. Setiap orang mampu memiliki motivasi ini jika telah muncul kesadaran meraih target terbesarnya. Setiap kegiatan hidup manusia membutuhkan motivasi dari dalam diri sendiri. Mengapa seperti itu? Alasannya berkaitan dengan adanya dorongan lebih kuat dari diri daripada motivasi tersebut dari yang lainnya. Seseorang akan mampu memperkirakan seberapa besar kegiatan itu berharga jika dilakukan dengan motivasi tinggi dan sebaliknya. Jadi, nilai lebih adanya motivasi dalam diri terutama dalam hal pekerjaan, tentu saja lebih kuat dan terus dapat ditingkatkan karena diri sendiri mengetahui kelebihan dan kelemahan. Jangan ragu untuk terus meningkatkan kualitas memotivasi diri melalui beragam sumber bacaan mengenai pengalaman suksesa keluarga atau orang lain. Tidak ada salahnya jika terus berupaya untuk meningkatkan bekal ilmu guna meningkatkan kualitas motivasi dalam diri. Motivasi dalam diri akan meningkatkan kualitas dalam berkreasi. Tentunya jika mengembangkan kreasi di dunia kerja akan membantu untuk mencegah rasa jenuh datang. Anda pasti mengetahui betapa sulitnya mengusir rasabosan dari pekerjaan yang monoton setiap harinya seperti itu. Oleh karena itu, dengan adanya pengaruh motivasi diri,kreasi dalam diri seseorang pun akan muncul secara maksimal. Prestasi kerja juga akan semakin lebih maksimal jika motivasi diri terus ditingkatkan. Dalam kondisi perekonomian saat ini, tentu saja seseorang harus menambah wawasannya guna meningkatkan motivasi diri yang setiap saat membutuhkan penyegaran. Bukan hanya dengan berwisata tapi membaca, diskusi berkunjung ke teman satu kantor juga dapat memunculkan sekaligus meningkatkan motivasi diri. • Motivasi Luar Diri (Extert Motivation) Motivasi ini berasal dari luar diri seseorang. Ini merupakan dorongan yang timbul setelah melihat keberhasilan seseorang dalam mengerjakan sesuatu. Keberhasilan seseorang tersebut merupakan tenaga pendorong untuk menuju pencapaian target kerja. Dorongan tersebut kemudian membangkitkan semangat dalam dirinya untuk mencapai keberhasilan yang sama. Dengan memperhatikan peran masing-masing, maka setidaknya Anda dapat menyimpulkan betapa pentingnya motivasi dalam peranannya mencapai tujuan kegiatan atau pekerjaan. Motivasi ini menjadi tenaga pendorong bagi pencapaian target kerja. Target kerja hendaknya disiapkan sebelum memulai suatu pekerjaan tersebut. Jika target sesuai dengan upaya yang dilakukan kemudian diiringi dengan motivasi meski dari luar, maka prestasi tetap dapat diraih. Motivasi dari luar diri ini sifatnya tidak seperti dari dalam diri sendiri. Alasannya yaitu kekuatan memahami kelebihan dan kekurangan diri tidak sevalid ketika diri sendiri memahami potensi diri. Orang lain misalnya akan berpikir terlebih dahulu sebelum memotivasi kita. Berpikir mengenai bahasa yang digunakan ketika memotivasi kita tentunya jangan sampai malah menyakiti. Kalau Anda ingin berhasil atau meningkatkan prestasi kerja, maka Anda harus mengembangkan kesadaran bekerja dan menumbuhkan semangat kerja sebaik-baiknya agar dapat mencapai hasil maksimal. Selamat Berprestasi!

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

No comments yet. Why not make the first one!

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images